Bek Arsenal, Nacho Monreal, menilai Robin van Persie akan menjadi ancaman utama bagi The Gunners saat menjamu Manchester United dalam lanjutan Premier League di Stadion Emirates, Minggu (28/4/2013).
Laga ini menjadi partai emosional bagi Van Persie. Pemain Belanda tersebut pernah berseragam Arsenal selama delapan tahun, sebelum memutuskan hijrah ke Old Trafford pada awal musim ini.
Bersama Setan Merah, Van Persie tampil sangat gemilang dengan mencetak 23 gol yang menempatkan namanya di puncak daftar top scorer Premier League. Tidak bisa dimungkiri juga bahwa Van Persie merupakan aktor penting di balik kesuksesan MU menjuarai Liga Inggris.
"Kami harus mewaspadai pemain-pemain kunci mereka, seperti Robin, yang mencetak sekarung gol pada tahun ini dan bermain baik. Dia salah satu ancaman," tegas Monreal.
Meski begitu, Monreal juga mengingatkan timnya agar tidak hanya mewaspadai Van Persie. Menurut pemain asal Spanyol itu, timnya harus mewaspadai seluruh pemain karena Manchester United dihuni pemain-pemain berkualitas yang terbukti mampu membawa klub tersebut meraih gelar juara.
"Mereka adalah salah satu tim terbesar di Inggris dan mereka sedang merasakan musim yang luar biasa. Setiap pemain ingin terlibat di laga ini, tetapi ada tiga poin yang dipertaruhkan dan itu tujuan kami. Mereka mungkin tim yang sangat kuat. Namun, kami juga merupakan tim yang sangat bagus dan bisa memenangi pertandingan ini," ulasnya.
The Gunners memang mengincar kemenangan pada pertandingan nanti demi mempertahankan posisinya di zona Liga Champions. Saat ini, tim besutan Arsene Wenger tersebut berada di peringkat ketiga dengan memiliki nilai 63, unggul satu poin dari Chelsea (peringkat keempat) dan dua poin dari Tottenham Hotspur di posisi keempat.
Kepergian Robin van Persie ke Manchester United
Kepergian Robin van Persie ke Manchester United rupanya masih menyisakan kekecewaan pada diri mantan rekan setimnya di Arsenal, Per Mertesacker.
"Robin mengawali waktunya bersama Manchester United dengan sangat baik," kata eks skipper Werder Bremen tersebut. "Itu membuat kami di Arsenal saling bertanya kenapa ia bisa menyakiti kami seperti itu," jelas Mertesacker yang juga pemain nasional Jerman ini.
Di musim terakhirnya bersama Arsenal, van Persie hampir selalu muncul sebagai sosok 'penyelamat' Gunners dengan gol-golnya, dan membawa Arsenal menuju empat besar di klasemen akhir Premier League serta menjadi pencetak gol terbanyak. Hal itu tak luput dari ingatan Mertesacker.
"Robin selalu mencetak gol kemenangan sejak awal dia di United. Kami sering membicarakan soal itu saat di perjalanan menuju pertandingan, atau saat United bermain dan Robin membuat gol. Sangat sulit rasanya, karena kami tahu ia sering menyelamatkan kami musim lalu," ujarnya.
Tapi kini, kata dia, ia dan rekam setimnya harus menunjukkan bahwa bukan Robin yang bertanggung jawab atas tim ini. Meski Robin van Persie pergi, Arsenal telah menemukan para penggantinya.
"Ini bukan soal satu pemain yang menggantikan Robin, toh kami punya empat hingga lima pemain yang mencetak 10 gol musim ini. Kami butuh lebih banyak pemain untuk mengganti sosok Robin," jelas Mertesacker.
Meski masih merasa pahit atas keputusan van Persie menyeberang ke Setan Merah awal musim ini, Mertesacker juga mengungkapkan bahwa sebagian besar pemain Arsenal memilih van Persie merebut gelar PFA Player of the Year, tak terkecuali dirinya sendiri.
"Tentu aku memilih Robin. Dengan kualitas yang ia miliki, ia bermain sukses tiap tahun. Bahkan aku rasa sebagian pemain Arsenal memilhnya. Ia pemain kelas dunia," jelas Mertesacker.
Ia pun memastikan bahwa ia tetap menghormati sosok mantan kapten Arsenal tersebut, meski tak lagi bermain dalam satu klub. "Robin masih dihormati di sini, dan dia adalah mantan rekan setimku. Ia tak akan sepenuhnya hilang dari benakku. Aku pun masih menyimpan nomor teleponnya," pungkas bek bertinggi 196 cm tersebut.
Hal yang patut ditunggu dalam pertandingan antara kedua kubu, Minggu ini, adalah ketika Mertesacker dan rekan-rekannya di Arsenal akan membentuk guard of honour bagi Robin van Persie dan skuad Manchester United lain jelang pertandingan kedua kubu di Emirates Stadium.
Guard of honour adalah tradisi ketika pemain sebuah klub berdiri di sisi jalan yang akan dilewati tim lawan yang sudah memastikan diri sebagai juara kompetisi. Seperti diketahui, Manchester United sudah memastikan diri menjadi juara Premier League berkat kemenangan atas Aston Villa hari Senin silam melalui hattrick Robin van Persie.
"Robin mengawali waktunya bersama Manchester United dengan sangat baik," kata eks skipper Werder Bremen tersebut. "Itu membuat kami di Arsenal saling bertanya kenapa ia bisa menyakiti kami seperti itu," jelas Mertesacker yang juga pemain nasional Jerman ini.
Di musim terakhirnya bersama Arsenal, van Persie hampir selalu muncul sebagai sosok 'penyelamat' Gunners dengan gol-golnya, dan membawa Arsenal menuju empat besar di klasemen akhir Premier League serta menjadi pencetak gol terbanyak. Hal itu tak luput dari ingatan Mertesacker.
"Robin selalu mencetak gol kemenangan sejak awal dia di United. Kami sering membicarakan soal itu saat di perjalanan menuju pertandingan, atau saat United bermain dan Robin membuat gol. Sangat sulit rasanya, karena kami tahu ia sering menyelamatkan kami musim lalu," ujarnya.
Tapi kini, kata dia, ia dan rekam setimnya harus menunjukkan bahwa bukan Robin yang bertanggung jawab atas tim ini. Meski Robin van Persie pergi, Arsenal telah menemukan para penggantinya.
"Ini bukan soal satu pemain yang menggantikan Robin, toh kami punya empat hingga lima pemain yang mencetak 10 gol musim ini. Kami butuh lebih banyak pemain untuk mengganti sosok Robin," jelas Mertesacker.
Meski masih merasa pahit atas keputusan van Persie menyeberang ke Setan Merah awal musim ini, Mertesacker juga mengungkapkan bahwa sebagian besar pemain Arsenal memilih van Persie merebut gelar PFA Player of the Year, tak terkecuali dirinya sendiri.
"Tentu aku memilih Robin. Dengan kualitas yang ia miliki, ia bermain sukses tiap tahun. Bahkan aku rasa sebagian pemain Arsenal memilhnya. Ia pemain kelas dunia," jelas Mertesacker.
Ia pun memastikan bahwa ia tetap menghormati sosok mantan kapten Arsenal tersebut, meski tak lagi bermain dalam satu klub. "Robin masih dihormati di sini, dan dia adalah mantan rekan setimku. Ia tak akan sepenuhnya hilang dari benakku. Aku pun masih menyimpan nomor teleponnya," pungkas bek bertinggi 196 cm tersebut.
Hal yang patut ditunggu dalam pertandingan antara kedua kubu, Minggu ini, adalah ketika Mertesacker dan rekan-rekannya di Arsenal akan membentuk guard of honour bagi Robin van Persie dan skuad Manchester United lain jelang pertandingan kedua kubu di Emirates Stadium.
Guard of honour adalah tradisi ketika pemain sebuah klub berdiri di sisi jalan yang akan dilewati tim lawan yang sudah memastikan diri sebagai juara kompetisi. Seperti diketahui, Manchester United sudah memastikan diri menjadi juara Premier League berkat kemenangan atas Aston Villa hari Senin silam melalui hattrick Robin van Persie.
Subscribe to:
Posts (Atom)